Bulan Dzulhijjah yang Mulia
Bismillahirrahmannirrahiim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Sedherek kaum Muslimin ingkang kinurmatan, pembaca yang dirahmati Allah ﷻ.
Bertemunya kita dengan bulan Dzulhijjah yang mulia ini adalah sebuah anugerah yang tak terhingga. Umur adalah amanah, dan kesempatan bersua dengan Dzulhijjah merupakan pertanda bahwa Gusti Allah ﷻ masih sangat menyayangi kita, memberi kita kelonggaran waktu untuk terus menabung bekal pulang atau sangu sowan ke haribaan-Nya.
Sebagai wujud dari “Pitutur Luhur Warisan Rasul”, berikut adalah motivasi jiwa yang memadukan kelembutan kearifan Jawa dengan tuntunan suci Sunnah Nabi ﷺ untuk menyambut bulan Dzulhijjah:
- Nata Manah (Menata Niat) Lillahi Ta’alaSegala amal bermula dari niat. Mari kita nata manah (menata hati dan niat) semata-mata lillahi ta’ala untuk meraih rida-Nya di bulan yang penuh berkah ini. Jadikan hari-hari Dzulhijjah sebagai momentum pembersihan sanubari dari segala niat yang berbelok.
- Menumbuhkan Sifat “Rila Legawa” melalui KurbanBulan ini memanggil kita untuk menumbuhkan sifat “Rila Legawa” — yakni keikhlasan hati untuk melepaskan sebagian harta yang kita cintai demi ketaatan kepada Gusti Allah. Lebih dari sekadar syariat memotong hewan, kurban adalah simbolis untuk mbeleh sifat kewan (menyembelih sifat kebinatangan) yang bersarang di dalam hati kita, seperti sifat rakus, egois, dan menang sendiri.
- Tansah Eling lan Waspada (Selalu Mengingat Allah)Masyarakat Jawa mengenal prinsip hidup yang sangat mendalam: “tansah eling lan waspada” (selalu ingat kepada Tuhan dan waspada terhadap godaan). Di hari-hari Dzulhijjah yang agung ini, cara terbaik untuk mewujudkan sikap eling adalah dengan memperbanyak dzikir kepada-Nya. Basahilah lisan (lathi) kita dengan untaian takbir, tahmid, dan tahlil, baik saat kita berada di rumah, di perjalanan, maupun saat sedang bekerja. Jadikan setiap tarikan napas kita bernilai ibadah yang mengagungkan kebesaran-Nya.
Dalil Pijakan dari Sunnah (Teks Arab dan Artinya):
Motivasi untuk memperbanyak dzikir di 10 hari pertama Dzulhijjah ini bersandar pada pesan langsung dari Baginda Nabi Muhammad ﷺ:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari-hari yang sepuluh ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah). Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah).” (HR. Ahmad).
Pesan Penutup:
Saudaraku, mari kita manfaatkan waktu yang mulia ini dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan ia berlalu tanpa jejak kebaikan. Semoga Gusti Allah ﷻ memberikan kekuatan kepada kita untuk mengukir amal saleh terbaik di bulan Dzulhijjah ini dan menerima kurban serta tobat kita.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.